Pemberitaan palsu mengenai Joko Widodo

Berita palsu kematian Joko Widodo yang dianggap memiliki nama lain "Herbertus Joko Widodo" dan "Oey Hong Liong", lengkap dengan tulisan "茉金黄").

Selama menjalani karier politiknya sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menjadi objek atas pemberitaan palsu yang dilancarkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab dan yang berseberangan dengan pemerintah Indonesia.

Memesan layanan Stan Greenberg

Pemberitaan palsu ini muncul saat ia masih menjadi Gubernur DKI Jakarta menjelang Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014. Jokowi dituding memanfaatkan layanan konsultan asing Stan Greenberg untuk memuluskan kemenangannya. Hal ini dibantah Sekjen Barisan Relawan Jokowi (Bara JP), Utje Gustaaf Patty, yang berbalik menuduh survei Stan Greenberg dibiayai Partai Demokrat, dengan menghubungkan Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur, Isran Noor, dengan penyelenggara acara pengumuman survei, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).[1]

Tuduhan keturunan Tionghoa dan penganut komunisme

Tuduhan ini muncul saat proses Pemilihan Presiden 2014 dan diperkuat dengan tulisan Jokowi Undercover yang ditulis Bambang Tri Mulyono, yang menyatakan bahwa Sudjiatmi bukanlah ibu sebenarnya dari Jokowi, dan bahwa ibu sebenarnya adalah Sulami, keturunan Tionghoa yang juga seorang Gerwani.[2] Selain itu, muncul tudingan bahwa ayah Jokowi adalah pengusaha luar negeri berkebangsaan Tionghoa bernama Oey Hong Liong, yang oleh VOA-Islam ditulis dicetuskan oleh Ridwan Saidi. Bambang Tri saat ini dijatuhi vonis tiga tahun penjara, sementara pernyataan Ridwan Saidi sampai saat ini tidak diproses. VOA-Islam sendiri merupakan situs berita Islam yang diduga terafiliasi dengan kelompok garis keras dan sering kali menyebarkan pemberitaan palsu atau yang bernada SARA terkait politik dan keagamaan.

Jokowi meninggal

Senada dengan tudingan keturunan Tionghoa, pemberitaan palsu ini berasal dari sebuah meme yang muncul saat pemilihan presiden 2014 berbentuk sebuah iklan obituari atas meninggalnya Ir. Herbertus Joko Widodo alias Oey Hong Liong dalam usia 53 tahun. Iklan ini dilaporkan oleh Kepala Divisi Hukum dan Konstitusi Projo Sunggul Hamonangan Sirait,[3] tetapi tidak jelas pemrosesannya lebih lanjut.

Mendampingi D.N. Aidit

Pria yang tampak berada di sebelah kiri Aidit dianggap sebagai Jokowi hanya karena berpenampilan mirip.

Beredar kabar bahwa Jokowi mendampingi D.N. Aidit hanya karena penampakan sosok yang mirip dengan Jokowi pada salah satu foto Aidit yang diambil pada tahun 1955.[4] Namun Jokowi menampiknya karena ia belum lahir pada masa foto tersebut diambil.[5]

Penganut Kristen

Pemberitaan palsu ini muncul akibat foto Jokowi didoakan oleh Pendeta Max Ebe Ministri, saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Foto ini pertama muncul di akun Leni Ebe.[6]

Makan babi

Pemberitaan palsu ini mulai muncul saat Jokowi berkunjung ke Papua dan disuguhi hidangan bakar batu. Hidangan ini memang biasanya menyajikan babi, tetapi khusus untuk tamu Muslim seperti biasanya disediakan makanan terpisah, seperti daging ayam. Pemberitaan palsu serupa kemudian muncul lagi pada tahun 2017-2018 dengan gambar hasil editan Jokowi memakan daging babi panggang.[7]

Menantu Jokowi hamil di luar nikah

Tuduhan oleh kader PKS, Muhammad Fadri,[8] ini muncul akibat proses perayaan tujuh bulan yang terjadi pada sekitar enam bulan kehamilan Silvia Ananda, menantu Jokowi dari anak pertamanya, Gibran Rakabuming.[9] Padahal perayaan Mitoni memang dilakukan pada saat kehamilan 6 bulan lebih sedikit untuk menyambut datangnya bulan ketujuh kehamilan.[10] Tidak ada tuntutan hukum yang dikenakan kepada pelakunya.


Privatisasi 4 BUMN

Isu ini muncul menjelang rencana penyertaan modal negara melalui right issue terhadap empat BUMN, yang dibuat ramai oleh pidato Prabowo Subianto yang menyatakan empat BUMN akan dijual sahamnya sehingga terjadi privatisasi. Padahal right issue adalah penawaran penjualan saham yang diprioritaskan kepada pemilik saham terbesar terlebih dahulu, dalam hal ini pemerintah.[11] Tidak ada upaya hukum yang dilakukan terhadap Prabowo Subianto.

Korupsi Transjakarta

Setelah peristiwa banyaknya armada Transjakarta yang tidak layak, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono menyatakan bahwa Jokowi tahu mengenai pengadaan armada Transjakarta. Ia menyatakan siap menggugat Jokowi untuk membuktikan ucapannya, tetapi tidak pernah dilaksanakan. Udar akhirnya divonis 5 tahun akibat kesalahan administrasi dan menerima hadiah dari pihak penyedia armada.[12]

Pemberitaan palsu lainnya yang sejenis adalah surat permintaan penghentian kasus kepada Kejaksaan Agung dalam korupsi Transjakarta yang seolah ditandatangani oleh Jokowi. Pelakunya, Edgar Jonathan,, Ketua Tidar Jakarta Selatan, sayap dari Gerindra, dilaporkan ke polisi namun tidak berlanjut lebih jauh.[13]

Pemberitaan palsu ini disebar kembali oleh penulis Tere Liye. Namun sampai saat ini tidak ada proses hukum untuknya

Mendirikan Monumen Pao An Tui

Pemberitaan palsu ini dicetuskan beberapa pihak, antara lain Jonru, yang menuduh pemerintahan Jokowi meresmikan monumen perayaan bagi pasukan Pao An Tui yang merupakan milisi pembela etnis Tionghoa yang dibenci saat masa perang kemerdekaan. Padahal monumen tersebut untuk memperingati perjuangan laskar Tionghoa dan Jawa pada periode 1740 hingga 1743. Saat ini Jonru dipidana 1,5 tahun untuk kasus lainnya yang juga melibatkan penyebaran kebencian berbau SARA.[14]


Mendatangkan 10 juta tenaga kerja asing dari Tiongkok

Pesatnya pembangunan infrastruktur dikaitkan dengan kontraktor dari Tiongkok yang kemudian diramaikan dengan isu datangnya jutaan tenaga kerja asing. Hal ini dibantah karena sebenarnya merupakan manipulasi terhadap data target wisatawan mancanegara dari Tiongkok, bukan jumlah pekerja. Tiongkok hanya menyuplai 19.260 tenaga kerja pada tahun 2016. Namun tidak ada tuntutan hukum terhadap pencipta dan penyebar isu ini.[15]

Pidato pascapemilihan umum gubernur DKI 2017

Pemberitaan palsu ini menuding Jokowi telah berpidato yang isinya secara umum menakut-nakuti warga mengenai masalah keamanan setelah Pilkada. Pemberitaan palsu ini dibantah oleh istana, tetapi tidak dilakukan upaya hukum lebih lanjut kepada pelakunya.[16]

Salat

Ada tiga pemberitaan palsu terkait salat kepada Joko Widodo, yaitu salat jenazah dengan duduk tahiyat akhir, salat di klenteng, dan berbohong mengimami salat di Afganistan.

Salat jenazah dengan tahiyat akhir

Tudingan ini muncul pasca Pilkada DKI Jakarta 2017, bahwa Joko Widodo melakukan salat jenazah dengan praktik duduk tahiyat akhir. Padahal salat yang dimaksud dalam foto adalah foto Tempo pada tahun 2014, saat melaksanakan salat wajib biasa.[17]

Salat di klenteng

Tudingan ini muncul karena publikasi foto salat presiden di Masjid Niujie Beijing, Tiongkok. Karena interior masjid yang dianggap tidak lazimnya masjid di Indonesia, muncul fitnah bahwa salat tersebut dilakukan di klenteng. Tidak ada pelaku yang diajukan ke hukum terkait hal ini.[18]

Berbohong menjadi imam di Afganistan

Pemberitaan palsu ini muncul akibat dua publikasi foto berbeda saat Jokowi berkunjung dan salat di Afganistan. Publikasi tersebut tidak menjelaskan bahwa sebagai musafir ia melakukan dua salat sekaligus, dan bergantian menjadi imam. Tudingan ini kemudian diklarifikasi sendiri oleh Jokowi.[19]


Referensi

  1. ^ Pemesan Survei Stan Greenberg Ternyata Partai Demokrat.[pranala nonaktif permanen] dari situs BeritaSatu
  2. ^ Kejamnya Fitnah Bambang Tri. dari situs BeritaSatu
  3. ^ Iklan RIP Jokowi Dilaporkan ke Polisi, dari situs Kontan
  4. ^ https://news.detik.com/berita/d-3944003/jengkelnya-jokowi-kena-hoax-foto-bareng-dn-aidit
  5. ^ http://www.tribunnews.com/nasional/2018/03/29/jokowi-bingung-beredarfoto-dirinya-berdampingan-dengan-dn-aidit-di-media-sosial
  6. ^ Foto Jokowi Beragama Kristen Beredar. dari situs MasterBerita
  7. ^ Pakai Baju Kotak-Kotak, Jokowi Makan Babi Panggan. dari situs Pojoksatu
  8. ^ Kader PKS ini Tuding Menantu Jokowi Hamil di Luar Nikah. dari situs BatamNews
  9. ^ Kader PKS Ini Tuduh Anak Jokowi Hamil di Luar Nikah. Diarsipkan 2018-03-05 di Wayback Machine. dari situs Singindo
  10. ^ Menghitung Usia Kehamilan Menantu Jokowi. dari situs Beritagar
  11. ^ Prabowo sebut ada privatisasi BUMN, Menteri Rini: Siapa Bilang Mau Dijual?. dari situs Detik
  12. ^ Lepas dari Tuntutan Korupsi Transjakarta, Udar Divonis 5 Tahun. dari situs hukumonline
  13. ^ Ketua Organisasi Sayap Tidar Dilaporkan ke Polisi, Ini Kata Gerindra. dari situs Detik
  14. ^ [https://news.detik.com/berita/3071056/mendagri-resmikan-monumen-perjuangan-laskar-tiongkok-di-tmii Mendagri Resmikan Monumen Perjuangan Laskar Tiongkok di TMII
  15. ^ [https://news.detik.com/berita/d-3376443/pemerintah-tepis-isu-10-juta-tenaga-kerja-china-masuk-indonesia Pemerintah Tepis Isu 10 Juta Tenaga Kerja China Masuk Indonesia.
  16. ^ Hoax Pidato Jokowi Soal Keamanan Terkait Hasil Pilkada Jakarta. dari situs Pikiran Rakyat
  17. ^ Hoax Foto Jokowi Salat Jenazah Pakai Duduk. dari situs TurnBackHoax
  18. ^ Benarkah Jokowi Salat di Klenteng? Jawaban atas Fitnah kepada Jokowi. Diarsipkan 2018-03-04 di Wayback Machine. dari situs KawalPemilu
  19. ^ Cerita Jokowi jadi Imam dan Makmum saat Salat di Afghanistan. dari situs Kompas
  • l
  • b
  • s
Joko Widodo
Presiden Indonesia ke-7
Keluarga
Orang tua
  • Widjiatno Notomihardjo (ayah)
  • Sudjiatmi (ibu)
Pasangan dan saudara
  • Iriana (istri)
  • Iit Sriyantini (adik)
  • Ida Yati (adik)
  • Titik Relawati (adik)
Generasi ke-2
Gibran Rakabuming Raka (anak) · Selvi Ananda (menantu) · Kahiyang Ayu (anak) · Bobby Nasution (menantu) · Kaesang Pangarep (anak) · Erina Gudono (menantu)
Generasi ke-3
Joko Widodo 2019 official portrait.jpg
Masa kepresidenan
Jabatan terdahulu
Lain-lain
Almamater
Petahana